
Ciri kura-kura sakit yang paling sering: mata bengkak atau tertutup, tidak mau makan, tempurung lunak atau bentuknya berubah, gelembung dari hidung atau napas lewat mulut, bercak dan bau pada tempurung, berenang miring pada kura-kura air, serta lemas. Sebagian besar berawal dari perawatan kandang: kurang sinar UVB, suhu terlalu dingin, air kotor, dan makanan yang tidak sesuai. Hubungi dokter hewan eksotik bila tanda ini muncul.
Kura-kura sering dianggap hewan yang tahan banting dan mudah dirawat. Kenyataannya, kura-kura bisa sakit berminggu-minggu tanpa terlihat jelas, karena metabolismenya lambat dan ia pandai menyembunyikan rasa tidak nyaman. Di Indonesia, yang paling banyak dipelihara adalah kura-kura air seperti kura-kura brazil (red-eared slider) dan kura-kura darat seperti sulcata. Tim dokter hewan eksotik kami, yang memeriksa kura-kura langsung di rumah pemilik di Jabodetabek, menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan penyebabnya.
| Tanda | Kemungkinan penyebab |
|---|---|
| Mata bengkak atau tertutup | Pola makan kurang gizi, air kotor, infeksi |
| Tempurung lunak atau bentuk berubah, termasuk sisik menonjol seperti piramida | Penyakit tulang metabolik: kurang UVB dan kalsium tidak seimbang |
| Tidak mau makan | Suhu terlalu dingin, stres, atau penyakit |
| Gelembung dari hidung, napas berbunyi, napas lewat mulut | Infeksi saluran napas, sering karena suhu terlalu dingin |
| Bercak, lubang, bau, atau cairan pada tempurung | Infeksi tempurung (shell rot), air atau alas yang kotor |
| Berenang miring atau sulit menyelam (kura-kura air) | Masalah paru-paru atau gas di saluran cerna |
| Bengkak di area telinga (di belakang mata) | Abses telinga, sering berkaitan dengan air kotor dan gizi |
| Lemas, jarang bergerak | Suhu salah atau penyakit yang sudah berjalan |
| Tidak buang kotoran berhari-hari | Kurang minum, menelan pasir atau kerikil, suhu terlalu dingin |
Tabel ini panduan umum. Penyebab pasti dipastikan dokter lewat pemeriksaan, dan bila perlu rontgen di klinik.
Sebagian besar kura-kura yang kami periksa sakit bukan karena tertular, tetapi karena lingkungan dan makanannya belum sesuai kebutuhan jenisnya. Kura-kura adalah hewan berdarah dingin: suhu tubuh, pencernaan, dan daya tahannya bergantung pada suhu dan cahaya di kandang.
Jangan memakai obat atau produk perawatan mata dan kulit untuk manusia pada kura-kura. Jangan menarik kepala atau kaki yang ditarik masuk ke tempurung, karena bisa mencederai. Jangan merendam kura-kura yang sakit di air dingin. Jangan mengoles tempurung dengan minyak atau cat. Penanganan kura-kura ditentukan dokter setelah memeriksa hewan dan kandangnya.
Segera bawa ke klinik atau rumah sakit hewan 24 jam terdekat bila Anda melihat:
Layanan Lumora Vet ke rumah bukan layanan gawat darurat. Setelah kondisi stabil, dokter kami bisa melanjutkan pemantauan dan perawatan di rumah.
Karena sebagian besar masalah kura-kura berawal dari kandang, pemeriksaan di rumah punya keuntungan besar: dokter bisa melihat langsung lampu, tempat berjemur, air, dan makanan yang dipakai sehari-hari. Dengan dokter hewan eksotik ke rumah:
Baca juga kapan hewan eksotik perlu dokter dan panduan ciri hamster sakit bila Anda memelihara hewan kecil lainnya.
Artikel ini disusun mengacu pada pedoman kedokteran hewan berikut. Pedoman ini ditulis untuk dokter hewan, jadi isinya teknis — kami menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari.
Lihat semua rujukan yang kami gunakan →Baca juga: Berang-Berang (Otter): Kesehatan & Penanganan Medis dan Ciri Reptil Sakit: Ular, Iguana, dan Gecko.
Dokter kami memeriksa kura-kura sekaligus menilai lampu, suhu, dan air di kandangnya — tempat sebagian besar masalah bermula.
Panggil Dokter via WhatsApp Ceritakan gejala, sudah berapa lama, dan kirim foto/video bila ada — biasanya kami balas dalam hitungan menit.Mata bengkak pada kura-kura sering berkaitan dengan pola makan yang kurang bergizi, air yang kotor, atau infeksi. Kura-kura dengan mata tertutup biasanya juga berhenti makan, jadi perlu diperiksa dokter hewan eksotik.
Tempurung lunak biasanya tanda penyakit tulang metabolik akibat kurang sinar UVB dan keseimbangan kalsium yang buruk dalam makanan. Kondisi ini perlu penanganan dokter dan perbaikan lampu serta pola makan.
Tidak mau makan sering disebabkan suhu kandang terlalu dingin, tetapi juga bisa tanda penyakit. Bila suhu sudah benar dan kura-kura tetap tidak makan lebih dari beberapa hari, atau disertai lemas, periksakan ke dokter.
Kura-kura air yang mengapung miring atau sulit menyelam bisa mengalami masalah paru-paru atau saluran cerna. Tanda ini perlu segera diperiksa, terutama bila disertai napas berbunyi atau tidak mau makan.
Lampu UVB tetap menyala meski kekuatan UVB-nya sudah menurun, jadi ganti sesuai anjuran pabrik lampunya. Dokter hewan eksotik bisa membantu menilai apakah pencahayaan kandang sudah memadai.
Kirim pesan sekarang, dan tim kami akan membalas dalam hitungan menit.
Chat di WhatsAppCeritakan keluhan hewan peliharaan Anda ke dokter kami lewat WhatsApp — biasanya dibalas dalam hitungan menit, dan chat pertama tidak dikenakan biaya.
Chat WhatsApp (Gratis)