
Sebagian besar hewan hanya mengalami reaksi ringan setelah vaksin — sedikit lemas, demam ringan, atau nafsu makan turun — yang hilang sendiri dalam 1–2 hari. Reaksi alergi berat jarang terjadi, tetapi harus ditangani segera: muntah atau diare mendadak, wajah bengkak, bentol-bentol, sulit bernapas, atau lemas sampai pingsan, biasanya dalam hitungan menit sampai beberapa jam setelah suntikan.
Reaksi ini tanda sistem kekebalan sedang merespons vaksin. Biasanya muncul di hari yang sama dan mereda dalam 24–48 jam:
Muntah atau diare berulang tidak lama setelah vaksin; wajah, moncong, atau sekitar mata membengkak; bentol-bentol atau gatal hebat di badan; napas cepat, berat, atau tersengal; gusi pucat; lemas berat, sempoyongan, atau pingsan.
Ini tanda reaksi alergi berat (anafilaksis) yang biasanya muncul dalam hitungan menit sampai beberapa jam, dan butuh penanganan dokter secepatnya.
Hubungi dokter juga bila demam, lemas, atau tidak mau makan berlangsung lebih dari 2 hari, atau bila bekas suntikan tampak merah, panas, dan bernanah.
Benjolan kecil setelah vaksin cukup sering terjadi dan biasanya mengecil sendiri. Pada kucing, dokter hewan memakai patokan yang dikenal sebagai aturan 3-2-1. Periksakan benjolan bila:
Pada sebagian sangat kecil kucing, benjolan yang menetap bisa berkembang menjadi tumor di lokasi suntikan. Kasusnya jarang, tetapi lebih mudah ditangani bila diperiksa sejak dini. Karena itu dokter mencatat lokasi setiap suntikan vaksin.
Beri tahu dokter sebelum vaksin berikutnya. Riwayat ini penting agar dokter bisa menyesuaikan — misalnya memilih jenis vaksin lain, memisahkan pemberian vaksin ke beberapa kunjungan, atau memantau lebih lama setelah suntikan. Reaksi di masa lalu tidak otomatis berarti hewan tidak boleh divaksin lagi.
Reaksi serius terhadap vaksin jarang terjadi, sedangkan penyakit yang dicegahnya — panleukopenia, parvovirus, distemper, leptospirosis, dan rabies — sering berakibat fatal. Untuk hampir semua kucing dan anjing, manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risikonya. Lihat jadwal lengkapnya di jadwal vaksin kucing dan jadwal vaksin anjing.
Artikel ini disusun mengacu pada pedoman kedokteran hewan berikut. Pedoman ini ditulis untuk dokter hewan, jadi isinya teknis — kami menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari.
Lihat semua rujukan yang kami gunakan →Saat vaksin di rumah, dokter kami tetap memantau hewan Anda sesaat setelah suntikan, dan hewan tidak perlu melewati stres perjalanan. Ada pertanyaan soal reaksi vaksin? Tanyakan langsung.
Konsultasi via WhatsApp Kirim lokasi, jenis & usia hewan, dan riwayat vaksin — biasanya kami balas dalam hitungan menit.Normal bila hanya lebih banyak tidur dan sedikit kurang aktif selama 1–2 hari. Hubungi dokter bila lemasnya berat, disertai muntah atau sesak, atau berlangsung lebih dari 2 hari.
Demam ringan umumnya mereda dalam 24–48 jam. Bila lebih dari 2 hari atau hewan terlihat sangat lemas, hubungi dokter.
Nafsu makan yang turun selama sekitar sehari masih wajar. Tawarkan makanan biasanya dalam porsi kecil. Bila lebih dari 24–48 jam, atau disertai muntah dan diare, hubungi dokter.
Tidak. Reaksi ringan justru umum terjadi saat tubuh membangun kekebalan. Yang perlu dilaporkan ke dokter adalah reaksi berat, agar vaksin berikutnya bisa disesuaikan.
Tanpa antre dan tanpa stres perjalanan — dokter yang datang.
Pelajari lebih lanjut →Dari anak kucing 6–8 minggu sampai kucing dewasa.
Pelajari lebih lanjut →Puppy, booster, rabies, dan leptospirosis.
Pelajari lebih lanjut →Kirim pesan sekarang, dan tim kami akan membalas dalam hitungan menit.
Chat di WhatsAppCeritakan keluhan hewan peliharaan Anda ke dokter kami lewat WhatsApp — biasanya dibalas dalam hitungan menit, dan chat pertama tidak dikenakan biaya.
Chat WhatsApp (Gratis)