Logo Lumora Vet Lumora Vet
Blog · Vaksin Kucing

Jadwal Vaksin Kucing Lengkap: Dari Anak Kucing sampai Dewasa

Cara kami menulis & meninjau →

Dokter hewan memeriksa anak kucing yang dipegang pemiliknya sebelum vaksin
Jawaban singkat

Anak kucing mulai divaksin pada usia 6–8 minggu, lalu diulang setiap 3–4 minggu sampai usianya minimal 16 minggu. Rabies diberikan mulai usia 12 minggu. Booster diberikan sekitar usia 6 bulan, lalu vaksin diulang berkala seumur hidup: rabies setiap tahun, vaksin inti setiap 1–3 tahun sesuai risiko.

Jenis vaksin kucing yang perlu Anda tahu

  • F3 (tricat) — vaksin inti untuk semua kucing. Melindungi dari panleukopenia (sering disebut distemper kucing), rhinotracheitis (herpesvirus, penyebab utama flu kucing), dan calicivirus (flu dan sariawan).
  • F4 — F3 ditambah perlindungan terhadap Chlamydia felis, penyebab radang mata. Biasanya dianjurkan untuk rumah dengan banyak kucing atau cattery.
  • Rabies — kucing termasuk hewan penular rabies. Jakarta memang berstatus bebas rabies, tetapi status itu dijaga dengan vaksinasi rutin, dan rabies masih ditemukan di banyak daerah lain di Indonesia.
  • FeLV (leukemia kucing) — untuk kucing yang keluar rumah atau tinggal bersama kucing yang keluar rumah. Pedoman WSAVA 2024 kini menganggapnya vaksin inti untuk kelompok ini. Kucing wajib dites FeLV negatif lebih dulu.

Tabel jadwal vaksin anak kucing

UsiaVaksinCatatan
6–8 mingguF3 dosis pertamaSetelah pemeriksaan fisik; pastikan sudah diberi obat cacing
10–12 mingguF3 atau F4 dosis keduaFeLV dosis pertama bila dibutuhkan, setelah tes negatif
14–16 mingguF3 atau F4 dosis terakhir + rabiesDosis terakhir sebaiknya tidak sebelum usia 16 minggu; FeLV dosis kedua
6 bulanBooster F3/F4Menutup celah bila antibodi dari induk menghambat dosis sebelumnya
1 tahun ke atasRabies tiap tahun; F3/F4 tiap 1–3 tahunKucing yang sering keluar atau dititipkan biasanya perlu jadwal lebih rapat

Tabel ini mengikuti pedoman vaksinasi WSAVA 2024 dan praktik umum di Indonesia. Jadwal pasti untuk kucing Anda ditentukan dokter setelah pemeriksaan.

Kenapa anak kucing harus divaksin berkali-kali?

Anak kucing mendapat antibodi dari susu induknya. Antibodi ini melindungi di minggu-minggu awal, tetapi juga bisa “menetralkan” vaksin sehingga vaksin tidak bekerja. Masalahnya, kita tidak tahu persis kapan antibodi induk itu habis — pada sebagian kucing bisa bertahan sampai usia 16 minggu atau lebih.

Karena itu vaksin diulang setiap 3–4 minggu sampai usia minimal 16 minggu, dan ditutup dengan booster di usia 6 bulan. Dengan begitu, setidaknya satu dosis pasti diberikan saat antibodi induk sudah tidak menghalangi. Sampai rangkaian ini selesai, anak kucing belum boleh dianggap terlindungi penuh.

Kucing dewasa yang belum pernah divaksin

Tidak ada kata terlambat. Kucing dewasa tanpa riwayat vaksin umumnya mendapat dua dosis vaksin inti dengan jarak 3–4 minggu, ditambah satu dosis rabies, lalu melanjutkan jadwal ulangan seperti kucing dewasa lainnya. Untuk kucing adopsi atau rescue, dokter mungkin menyarankan tes FIV/FeLV lebih dulu.

Kucing rumahan tetap perlu vaksin

Virus panleukopenia sangat tahan di lingkungan dan bisa masuk ke rumah lewat sepatu, pakaian, atau tangan kita. Virus flu kucing juga bisa menular saat kucing bertemu kucing lain, misalnya lewat jendela atau saat dititipkan. Selain itu, kucing rumahan yang suatu hari kabur, dirawat inap, atau dititipkan di pet hotel akan sangat rentan bila belum divaksin.

Kapan vaksin sebaiknya ditunda

Tunda vaksin dan konsultasikan ke dokter bila kucing sedang demam, lemas, muntah, diare, bersin berat, atau sangat kurus. Kucing yang sedang bunting juga perlu penilaian khusus, karena beberapa jenis vaksin tidak dianjurkan selama kebuntingan.

Setelah vaksin, wajar bila kucing sedikit lemas atau kurang nafsu makan selama sehari. Kenali batas normalnya di artikel efek samping vaksin pada kucing dan anjing.

Rujukan

Artikel ini disusun mengacu pada pedoman kedokteran hewan berikut. Pedoman ini ditulis untuk dokter hewan, jadi isinya teknis — kami menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari.

Lihat semua rujukan yang kami gunakan →

Baca juga: Cek Kesehatan Kucing Adopsi: Checklist Minggu Pertama.

Vaksin kucing tanpa drama kandang

Kucing tetap di rumah, dokter yang datang. Cocok untuk kucing yang mudah stres di perjalanan atau di klinik. Lihat cara kerja vaksin di rumah.

Jadwalkan Vaksin di Rumah Kirim lokasi, jenis & usia hewan, dan riwayat vaksin — biasanya kami balas dalam hitungan menit.
Pertanyaan Umum

Vaksin Kucing

Anak kucing umur 1 bulan sudah boleh divaksin?

Umumnya belum. Vaksin pertama biasanya diberikan mulai usia 6–8 minggu. Sebelum itu, fokus pada nutrisi, kebersihan, dan obat cacing sesuai anjuran dokter.

Apa beda vaksin F3 dan F4?

F4 berisi semua komponen F3 ditambah perlindungan terhadap Chlamydia felis, bakteri penyebab radang mata. Dokter akan memilih sesuai kondisi rumah dan jumlah kucing Anda.

Jadwal vaksin ulangan terlewat. Harus mulai dari awal?

Tidak selalu. Untuk kucing dewasa, biasanya cukup melanjutkan dengan satu dosis. Untuk anak kucing yang jedanya terlalu lama, dokter mungkin menambahkan satu dosis. Ceritakan riwayatnya saat konsultasi.

Kucing indoor perlu vaksin rabies?

Dianjurkan. Kucing termasuk hewan penular rabies, kucing rumahan bisa saja kabur, dan banyak pet hotel serta perjalanan antardaerah mensyaratkan bukti vaksin rabies.

Hewan peliharaan Anda menunggu di rumah

Kirim pesan sekarang, dan tim kami akan membalas dalam hitungan menit.

Chat di WhatsApp
WhatsApp: +62 881-0807-50166 Email: lumoravet@gmail.com Siap melayani setiap hari. Jadwalkan kunjungan Anda via WhatsApp.
Panggil dokter ke rumah