Logo Lumora Vet Lumora Vet
Kesehatan · Kucing

Ciri Kucing Cacingan: Perut Buncit, Kotoran Berubah, dan Cara Mencegahnya

Cara kami menulis & meninjau →

Anak kucing oranye yang kurus dengan perut bulat buncit duduk di atas handuk terlipat di lantai kayu
Jawaban singkat

Ciri kucing cacingan yang paling sering: perut buncit pada anak kucing, cacing seperti mi di kotoran atau muntahan, butiran seperti beras di sekitar anus atau alas tidur, menyeret pantat, diare, dan badan kurus padahal makan banyak. Kucing tertular dari induk, menelan kutu saat menjilat bulu, berburu, atau tanah yang tercemar. Pencegahannya adalah obat cacing rutin sesuai jadwal dokter dan pengendalian kutu.

Anak kucing yang perutnya bulat seperti balon padahal badannya kurus, atau Anda menemukan sesuatu yang bergerak di litter box — wajar bila Anda langsung khawatir. Cacingan sangat umum pada kucing, terutama anak kucing dan kucing yang pernah hidup di luar. Kabar baiknya, cacingan biasanya mudah dicegah dan ditangani bila dikenali lebih awal. Tim dokter kami, yang setiap hari berkunjung ke rumah pemilik kucing di Jabodetabek, merangkum ciri-cirinya, cara penularannya, dan langkah pencegahan yang aman.

Jenis cacing yang sering menyerang kucing

Jenis cacingSeperti apaCara umum tertular
Cacing gelangPanjang, putih, seperti mi atau spagetiDari induk lewat susu, tanah tercemar, atau memakan hewan buruan
Cacing tambangSangat kecil, jarang terlihat mataDari tanah tercemar, bisa menembus kulit
Cacing pitaPotongan kecil seperti butiran beras di sekitar anus atau alas tidurMenelan kutu saat menjilat bulu, atau memakan tikus

Jenis cacing dipastikan lewat pemeriksaan kotoran oleh dokter, karena beberapa cacing tidak terlihat dengan mata telanjang.

Bagaimana kucing bisa cacingan?

  • Dari induknya. Anak kucing bisa tertular cacing gelang lewat susu induk, sehingga banyak anak kucing sudah cacingan sejak usia sangat muda.
  • Menelan kutu. Saat menjilat bulu, kucing bisa menelan kutu yang membawa telur cacing pita.
  • Berburu. Tikus, cicak, dan serangga bisa membawa larva cacing.
  • Tanah dan kotoran yang tercemar. Telur cacing bisa bertahan lama di tanah dan pasir.

Ciri kucing cacingan yang perlu diperhatikan

  • Perut buncit pada anak kucing, sementara punggung dan kakinya kurus.
  • Cacing seperti mi di kotoran atau muntahan.
  • Butiran kecil seperti beras di sekitar anus, bulu ekor, atau alas tidur — tanda cacing pita.
  • Menyeret pantat di lantai karena gatal.
  • Diare atau kotoran lembek yang hilang-timbul. Baca juga kucing diare.
  • Kurus padahal makan banyak. Lihat kucing kurus padahal makan banyak untuk penyebab lainnya.
  • Bulu kusam dan pertumbuhan anak kucing yang lambat.
  • Gusi pucat dan lemas pada anak kucing dengan cacingan berat.

Perlu diingat, banyak kucing dewasa yang cacingan tidak menunjukkan gejala apa pun. Karena itu pencegahan rutin tetap penting meski kucing terlihat sehat.

Tanda darurat — jangan tunggu

Segera bawa ke klinik atau rumah sakit hewan 24 jam terdekat bila Anda melihat:

  • Anak kucing sangat lemas, tidak mau bangun, atau badannya dingin
  • Gusi sangat pucat atau putih
  • Muntah berulang atau perut sangat kembung dan keras
  • Diare cair terus-menerus disertai tidak mau minum

Layanan Lumora Vet ke rumah bukan layanan gawat darurat. Setelah kondisi stabil, dokter kami bisa melanjutkan pemantauan dan perawatan di rumah.

Apakah cacing kucing menular ke manusia?

Beberapa cacing kucing bersifat zoonosis, artinya bisa menular ke manusia. Yang paling berisiko adalah anak-anak, karena sering bermain di tanah atau pasir dan memasukkan tangan ke mulut. Penularan umumnya lewat telur cacing dari kotoran, bukan dari mengelus kucing yang bersih.

  • Bersihkan litter box setiap hari, sebelum telur cacing sempat menjadi infektif.
  • Cuci tangan dengan sabun setelah membersihkan pasir atau memegang kucing.
  • Tutup bak pasir mainan anak agar tidak dipakai kucing sebagai toilet.
  • Ajari anak untuk tidak mencium kucing di wajah dan selalu cuci tangan sebelum makan.

Cara mencegah dan menangani kucing cacingan

  1. Obat cacing rutin sesuai jadwal dokter. Anak kucing biasanya diberi obat cacing lebih sering, sedangkan kucing dewasa secara berkala. Jenis dan frekuensinya ditentukan dokter sesuai usia, berat badan, dan gaya hidup kucing. Panduan lengkapnya ada di obat cacing kucing & anjing.
  2. Kendalikan kutu. Karena kutu membawa cacing pita, obat kutu yang tepat dan kebersihan rumah ikut mencegah cacingan.
  3. Pemeriksaan kotoran. Dokter bisa memeriksa sampel kotoran untuk memastikan jenis cacing dan parasit lain.
  4. Batasi berburu dan akses ke luar rumah bila memungkinkan.
  5. Jaga kebersihan alas tidur, mangkuk, dan litter box.
Kenapa tidak memberi obat cacing sendiri?

Tidak semua obat cacing bekerja untuk semua jenis cacing, dan takaran harus sesuai berat badan. Pada anak kucing yang kecil dan lemah, produk yang salah atau berlebihan bisa membahayakan. Jangan pula memakai obat cacing manusia atau obat untuk anjing. Biarkan dokter menentukan penanganan yang aman.

Yang dilakukan dokter saat kunjungan ke rumah

  1. Menimbang anak kucing dengan teliti, karena berat badan menentukan penanganan yang aman.
  2. Memeriksa perut, gusi, bulu, dan tanda kekurangan cairan.
  3. Memeriksa sampel kotoran bila diperlukan.
  4. Memberikan obat cacing sesuai usia dan berat badan, serta saran pengendalian kutu.
  5. Menyusun jadwal obat cacing berikutnya dan merencanakan vaksin — lihat jadwal vaksin kucing.

Bila Anda baru mengadopsi anak kucing, kunjungan ini bisa sekaligus menjadi pemeriksaan pertama anak kucing, sehingga cacingan, kutu, vaksin, dan pola makan dibahas dalam satu kali kunjungan tanpa membawa si kecil keluar rumah.

Rujukan

Artikel ini disusun mengacu pada pedoman kedokteran hewan berikut. Pedoman ini ditulis untuk dokter hewan, jadi isinya teknis — kami menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari.

Lihat semua rujukan yang kami gunakan →

Curiga kucing cacingan? Dokter datang ke rumah

Dokter kami menimbang, memeriksa, dan memberikan obat cacing sesuai usia dan berat badan kucing Anda, sekaligus menyusun jadwal vaksin — semuanya di rumah.

Panggil Dokter via WhatsApp Ceritakan gejala, sudah berapa lama, dan kirim foto/video bila ada — biasanya kami balas dalam hitungan menit.
Pertanyaan Umum

Kucing Cacingan

Bagaimana ciri kucing cacingan?

Ciri yang sering terlihat adalah perut buncit pada anak kucing, cacing seperti mi di kotoran atau muntahan, butiran seperti beras di sekitar anus atau alas tidur, diare, dan badan kurus padahal makan banyak. Sebagian kucing dewasa tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Apakah cacing kucing bisa menular ke manusia?

Beberapa jenis cacing kucing bisa menular ke manusia, terutama anak-anak yang sering bermain di tanah atau lupa cuci tangan. Bersihkan litter box setiap hari dan biasakan cuci tangan dengan sabun setelah memegang kucing atau pasirnya.

Umur berapa anak kucing mulai diberi obat cacing?

Anak kucing biasanya mulai diberi obat cacing sejak usia beberapa minggu dan diulang lebih sering daripada kucing dewasa. Jadwal dan jenisnya ditentukan dokter sesuai usia dan berat badan anak kucing.

Kenapa kucing cacingan perutnya buncit?

Pada anak kucing, cacing dalam jumlah banyak memenuhi usus dan mengganggu penyerapan gizi, sehingga perut tampak bulat dan buncit sementara tubuh lainnya kurus. Perut buncit juga bisa punya penyebab lain, jadi tetap perlu diperiksa dokter.

Bolehkah memberi obat cacing sendiri tanpa ke dokter?

Sebaiknya tidak, terutama untuk anak kucing. Produk yang salah atau takaran yang tidak sesuai berat badan bisa berbahaya bagi tubuh yang kecil, dan tidak semua produk efektif untuk semua jenis cacing.

Hewan peliharaan Anda menunggu di rumah

Kirim pesan sekarang, dan tim kami akan membalas dalam hitungan menit.

Chat di WhatsApp
WhatsApp: +62 881-0807-50166 Email: lumoravet@gmail.com Siap melayani setiap hari. Jadwalkan kunjungan Anda via WhatsApp.
Panggil dokter ke rumah