
Masalah kesehatan yang paling sering muncul pada kucing persia berkaitan dengan wajah pesek dan bulu panjangnya: mata berair dan noda air mata, napas berbunyi, tidak tahan panas, gigi berjejal, bulu gimbal dan hairball, serta masalah kulit dan jamur. Ras Persia juga dikenal lebih sering mengalami penyakit ginjal polikistik (PKD). Perawatan kuncinya: bersihkan mata dan sisir bulu setiap hari, jaga ruangan sejuk, dan lakukan check-up rutin.
Kucing persia dengan wajah bulat dan bulu tebalnya memang menggemaskan, dan termasuk ras yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Namun keindahan itu datang bersama kebutuhan perawatan khusus. Banyak keluhan yang kami temui saat kunjungan ke rumah di Jabodetabek — mata belekan, bulu gimbal, sampai kucing yang terengah saat cuaca panas — sebenarnya bisa dicegah dengan rutinitas harian yang sederhana. Berikut panduan dari tim dokter kami.
Kucing persia termasuk ras brakisefalik, artinya tulang wajah dan hidungnya pendek. Bentuk ini memengaruhi beberapa bagian tubuh sekaligus.
Air mata sulit mengalir ke saluran hidung sehingga meluber ke pipi dan meninggalkan noda cokelat kemerahan. Bersihkan sudut mata setiap hari dengan kapas atau kain lembut yang dibasahi air matang hangat, satu kapas untuk satu mata, dengan gerakan dari dalam ke luar. Jangan menggosok bola mata. Bila kotoran mata berubah kuning kehijauan, mata merah, keruh, atau kucing terus menyipit, segera periksakan. Baca juga mata kucing merah dan berair.
Sebagian kucing persia memiliki lubang hidung yang sempit sehingga napasnya terdengar mendengkur atau ngorok. Pada kasus ringan ini tidak mengganggu, tetapi bila kucing mudah terengah, bernapas lewat mulut, atau cepat lelah, dokter perlu menilai saluran napasnya dan menjelaskan pilihan penanganannya, termasuk rujukan bila diperlukan. Napas lewat mulut pada kucing selalu serius — lihat kucing sesak napas.
Saluran napas yang pendek membuat kucing persia kurang efisien membuang panas lewat napas, ditambah bulunya yang tebal. Di cuaca Jakarta yang panas dan lembap, pastikan ada ruangan sejuk, air minum segar, dan jangan tinggalkan kucing di mobil atau ruangan tertutup tanpa ventilasi. Kenali tandanya di heatstroke kucing & anjing.
Rahang yang pendek membuat gigi lebih berdesakan, sehingga sisa makanan dan karang gigi mudah menumpuk. Perhatikan bau mulut, gusi merah, atau kucing yang makan dengan hati-hati. Dokter menilai kondisi mulut saat check-up dan menjelaskan pilihan penanganannya, termasuk pembersihan gigi dengan bius atau rujukan bila diperlukan. Baca karang gigi dan mulut bau.
PKD adalah penyakit turunan yang membuat kista (kantong berisi cairan) tumbuh di ginjal dan perlahan membesar. Penyakit ini dikenal lebih sering pada ras Persia dan ras yang memiliki darah Persia. Kucing bisa tampak sehat selama bertahun-tahun, lalu menunjukkan tanda penyakit ginjal saat dewasa atau tua: banyak minum, banyak pipis, nafsu makan turun, berat badan berkurang, dan muntah.
Kucing persia cenderung tenang dan kurang aktif, sehingga mudah kelebihan berat badan. Bulu tebal juga sering menyamarkan kegemukan. Raba tulang rusuknya secara rutin, takar makanan, dan ajak bermain singkat beberapa kali sehari. Kucing gemuk juga lebih berisiko bila suatu saat mogok makan — baca kucing gemuk tidak mau makan.
Setelah dibawa pulang, jadwalkan pemeriksaan pertama anak kucing dalam beberapa hari pertama.
Grooming menjaga bulu tetap rapi dan bersih, sedangkan pemeriksaan dokter menilai kesehatan tubuh dari dalam: mata, telinga, gigi, jantung, berat badan, dan fungsi ginjal. Kucing persia idealnya menjalani check-up setidaknya setahun sekali saat dewasa, dan lebih sering setelah memasuki usia senior, bersamaan dengan jadwal vaksin yang dianjurkan dokter.
Banyak kucing persia mudah stres dan kepanasan saat diajak bepergian, apalagi terjebak macet di dalam carrier. Pemeriksaan di rumah membuat kucing tetap tenang di lingkungannya sendiri dan sejuk. Kalau kucing Anda takut dibawa ke klinik, baca juga kucing takut ke dokter hewan.
Artikel ini disusun mengacu pada pedoman kedokteran hewan berikut. Pedoman ini ditulis untuk dokter hewan, jadi isinya teknis — kami menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari.
Lihat semua rujukan yang kami gunakan →Dokter kami datang ke rumah untuk memeriksa mata, napas, gigi, kulit, dan bulu kucing persia Anda, mengambil sampel darah dan urine untuk memantau ginjal, serta menyusun jadwal perawatan rutin.
Jadwalkan via WhatsApp Ceritakan gejala, sudah berapa lama, dan kirim foto/video bila ada — biasanya kami balas dalam hitungan menit.Wajah pesek dan bentuk kelopak mata kucing persia membuat air mata sulit mengalir ke saluran hidung, sehingga meluber dan meninggalkan noda cokelat. Bersihkan lembut setiap hari, dan periksakan bila kotoran mata kuning kehijauan, mata merah, atau kucing sering menyipitkan mata.
Idealnya setiap hari, walau hanya beberapa menit. Bulu panjang kucing persia sangat mudah kusut dan menggumpal, dan gimbal yang dibiarkan bisa menarik kulit serta menyembunyikan luka atau jamur.
Penyakit ginjal polikistik (PKD), yaitu penyakit turunan berupa kista di ginjal, dikenal lebih sering pada ras Persia dan ras turunannya. Tanyakan kepada peternak apakah induknya sudah diskrining, dan lakukan pemeriksaan ginjal rutin seiring bertambahnya usia kucing.
Sedikit dengkuran bisa muncul karena lubang hidung dan saluran napas kucing persia lebih sempit. Namun napas lewat mulut, sesak saat istirahat, atau napas berbunyi keras bukan hal normal dan perlu segera diperiksa dokter.
Tidak. Groomer merawat bulu dan kebersihan, sedangkan dokter memeriksa mata, gigi, jantung, ginjal, dan kesehatan umum. Keduanya saling melengkapi, dan groomer yang menemukan kelainan kulit atau benjolan sebaiknya menyarankan pemeriksaan dokter.
Kirim pesan sekarang, dan tim kami akan membalas dalam hitungan menit.
Chat di WhatsAppCeritakan keluhan hewan peliharaan Anda ke dokter kami lewat WhatsApp — biasanya dibalas dalam hitungan menit, dan chat pertama tidak dikenakan biaya.
Chat WhatsApp (Gratis)